Beritaindonesia.id – NTB. Polda Nusa Tenggara Barat
(NTB) menelusuri aset milik terpidana kasus narkotika dengan peran bandar
sabu-sabu, yakni Ni Nyoman Juliandari alias Mandari bersama suaminya, I Gede
Bayu Pratama dengan menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Dalam proses (penanganan) TPPU (tindak pidana
pencucian uang), kami sekarang menggandeng BPN untuk menelusuri aset
tanahnya,” jelas Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes. Pol. Deddy
Supriadi seperti dikutip dari Antara, Senin (9/10/23).
Penelusuran itu juga dilakukan dengan Sistem Administrasi
Manunggal Satu Atap (Samsat) untuk menelusuri kepemilikan kendaraan. Selain
itu, dilakukan koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan (PPATK).
“Koordinasi dengan PPATK masih jalan. Akan ada lanjutan
lagi nantinya setelah dapat informasi dari BPN dan Samsat,” ungkapnya.
Penanganan TPPU pasangan suami istri bandar sabu-sabu asal
Abian Tubuh, Kota Mataram, ini merupakan tindak lanjut pidana pokok kasus
narkotika yang telah menyatakan keduanya terbukti melanggar Pasal 114 ayat (1)
dan Pasal 132 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
(ay/pr/nm)