Beritaindonesia.id – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi lokasi gempa Sumatera Barat, kemarin. Kepada masyarakat dan tokoh setempat, Risma menekankan pentingnya kemandirian dan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi gempa susulan yang mungkin terjadi.
Pada kesempatan ini, Risma juga menyerahkan santunan ahli waris senilai Rp15 juta/jiwa. Sebanyak 10 jiwa diberikan santunan dengan 2 di antaranya diserahkan langsung oleh Mensos. Dari 10 jiwa, 4 jiwa warga Kabupaten Pasaman Barat dan 6 warga Kabupaten Pasaman.
Risma dalam kesempatan ini juga mengecek salah satu bangunan terdampak gempa yakni kondisi Madrasah Al Wahid di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau.
Tampak bangunan sekolah ini mengalami kerusakan di beberapa tempat. Dinding sekolah masih berdiri, namun mengalami keretakan parah dan sangat berpotensi roboh.
Kemudian Mensos mengajak warga setempat, bersama-sama mendirikan tenda tersebut di halaman madrasah.
“Nah mudah kan. Bapak Ibu sementara bisa tinggal di sini. Supaya kalau sewaktu-waktu ada guncangan gempa susulan, terhindar dari bahaya,” kata Mensos Risma.
Seorang nenek bertanya apakah bisa nyaman tinggal di dalam tenda, Mensos menyatakan akan melengkapi fasilitas tenda sehingga nyaman dihuni.
“Nanti dikasih selimut dan ditambahi karpet yang empuk ya nenek,” katanya.
Dalam kesempatan bersama para tokoh dan masyarakat, Mensos membangun kesadaran agar mereka siap hidup berdampingan dengan bencana. Sebab kalau memindahkan mereka dari desa atau kampung mereka saat ini, bukan perkara sederhana. “Jadi kita harus siap dengan bencana yang mungkin setiap saat bisa terjadi. Caranya adalah mempersiapkan kemandirian dan kesiapsiagaan. Kalau memindahkan warga tidak sesederhana,” kata Risma.
Tidak lupa Risma memberikan motivasi agar masyarakat bersabar menghadapi cobaan, dan tidak lengah.
“Tenda ini diserahkan kepada masyarakat. Saya minta terus berlatih ya lebih cepat lagi mendirikan tendanya,” katanya.
Untuk membantu warga, Mensos juga akan mendirikan lumbung sosial. Di lumbung sosial akan diisi dengan berbagai kebutuhan yang menunjang kelangsungan hidup warga terdampak bencana.
Di antara isinya adalah bahan makanan, selimut, karpet, tenda, genset, BBM dan pemurni air. Untuk keperluan itu, Mensos meminta kepada Pemkab Pasaman Barat untuk menentukan dimana titik koordinat dimana lumbung sosial akan didirikan.
Selain ke Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Mensos juga mengunjungi Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman. [Red]