Ulubelu, 27 Februari 2025 – Di tengah tantangan kebutuhan akan energi berkelanjutan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) terus berupaya menyeimbangkan operasional bisnisnya dengan komitmen sosial dan lingkungan. Salah satu inisiatif utamanya adalah program perhutanan sosial di Area Ulubelu, Empowering Local Community-Based Environment Stewardship Through Social Forestry (ELOC BESTARI), yang telah mendapatkan berbagai pengakuan bergengsi.
Selama tiga tahun berturut-turut sejak 2022, Area Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, telah mengantongi penghargaan PROPER Emas. Tahun ini PGE Area Ulubelu mengangkat inovasi sosial ELOC BESTARI yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional PGE dan ekosistem lingkungan sekitar. Program ini dirancang untuk mendukung konservasi hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui berbagai inovasi sosial dan ekonomi.
Selain PROPER, program ini juga berhasil memperoleh penghargaan prestisius lainnya seperti dari IGA Awards 2024-2025, ISRA Award 2024, BISRA Award 2024, dan Tanggamus Award 2024.
Direktur Utama PGE Julfi Hadi, menjelaskan bahwa PGE menggunakan pendekatan green ecosystem dalam inisiatif sosial dan lingkungan perusahaan, “Sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia, PGE menggunakan pendekatan terintegrasi green ecosystem yang menghubungkan tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam satu ekosistem berkelanjutan. Melalui green ecosystem, PGE melangkah lebih jauh dari sekadar pemanfaatan energi terbarukan untuk listrik, tetapi juga mendorong pembangunan sosial ekonomi masyarakat sekitar.”
Program ELOC BESTARI berfokus pada diversifikasi pendapatan masyarakat untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan dengan memanfaatkan panas bumi secara langsung (direct-use geothermal). Salah satu inovasi program ini adalah Melon Geothermal, sebuah gagasan kreatif yang dirancang untuk memanfaatkan potensi panas bumi didukung dengan transfer knowledge sesuai core competency perusahaan. Program ini telah memberikan manfaat kepada 1.362 penerima langsung, yang terdiri dari 112 buruh tani hutan, 787 petani kopi yang menjadi pengangguran sementara, 81 pemuda pengangguran, 348 lansia, 23 perempuan rentan, dan 11 keluarga fakir miskin.
General Manager PGE Area Ulubelu, Hadi Suranto menyatakan bahwa program ELOC BESTARI tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. “Kawasan operasi PGE Area Ulubelu berbatasan langsung dengan hutan dan masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani. Melalui program ELOC BESTARI, kami mendampingi mereka dalam praktik perhutanan sosial yang berkelanjutan serta memberikan solusi ekonomi yang lebih baik,” ujar Hadi Suranto.
Salah satu kisah inspiratif dari program yang diinisiasi oleh PGE Area Ulubelu datang dari Wastoyo, seorang warga lokal yang dulu sempat mendapat julukan mafia hutan kemudian saat ini menjadi pelestari hutan. Melalui pendampingan PGE sejak tahun 2023, ia semakin masif dalam melestarikan lingkungan bahkan telah berhasil mengembangkan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Margo Rukun Bestari yang menjadi pusat pembelajaran masyarakat sekitar.
“Saya dulu mengandalkan perburuan liar untuk bertahan hidup. Perlahan saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan telah merusak keseimbangan lingkungan. Setelah mendapatkan pembinaan dari PGE, saya semakin meyakini bahwa keberlanjutan lebih penting daripada keuntungan sesaat. Sekarang, bersama KUPS Margo Rukun Bestari, kami membangun ekonomi yang lebih baik tanpa merusak alam, dengan pembibitan tanaman, produksi pupuk organik, dan budidaya lebah madu yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga melestarikan hutan,” Wastoyo bercerita.
Saat ini, KUPS Margo Rukun Bestari telah memiliki omzet sekitar Rp2 miliar per tahun dari hasil pembibitan, pupuk kompos, dan produk lainnya seperti madu hutan sehingga memberikan dampak signifikan bagi masyarakat sekitar.
PGE terus berkomitmen untuk mengembangkan program serupa ke berbagai wilayah operasionalnya. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis kolaborasi antara industri dan masyarakat dapat menciptakan solusi energi bersih yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat, sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.
***
Tentang PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.877,5 MW, terbagi 672,5 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 80% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 9,7 juta ton CO2 per tahun.
Sebagai world class green energy company, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060. PGE memiliki kredensial ESG yang sangat baik dengan 16 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai 2023 dalam penghargaan kepatuhan lingkungan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Peringkat & Keterlibatan ESG.