Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, Irjen Endi Sutendi, menyampaikan informasi tersebut Senin malam (24/2).
“Operasi Ketupat 2025 akan digelar dari 26 Maret hingga 8 April. Puncak arus mudik diprediksi akan berlangsung pada 28-30 Maret,” ujar Irjen Endi.
Mengacu pada data pemudik tahun sebelumnya, yang tercatat lebih dari 100 juta orang, Polri terus mempersiapkan langkah-langkah antisipasi. Meskipun demikian, angka pasti jumlah pemudik tahun ini masih akan ditentukan melalui survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Melihat pengalaman tahun lalu, jumlah pemudik diperkirakan lebih dari 100 juta. Kami akan terus memantau perkembangan dan hasil survei terbaru dari Kemenhub. Rapat lintas sektoral akan dilaksanakan pada pertengahan Maret untuk membahas detail lebih lanjut,” jelas Irjen Endi.
Rapat lintas sektoral tersebut akan membahas hasil survei terbaru mengenai jumlah pemudik, moda transportasi yang digunakan, serta waktu keberangkatan yang dipilih oleh para pemudik. Informasi tersebut sangat penting untuk merencanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dengan lebih tepat.
Dalam hal pengaturan lalu lintas, Polri akan mengandalkan Korlantas (Korps Lalu Lintas) yang bekerja sama dengan instansi terkait lainnya. Beberapa rekayasa lalu lintas seperti contra flow, satu arus, dan pengalihan arus ke jalur arteri akan diterapkan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kami siap menerapkan rekayasa lalu lintas yang diperlukan, termasuk contra flow dan pengalihan arus. Semua langkah tersebut akan disesuaikan dengan situasi di lapangan untuk memastikan kelancaran arus mudik,” tambah Irjen Endi.
Dengan persiapan yang matang, Polri berharap Operasi Ketupat 2025 dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pemudik, serta menjaga kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik Lebaran 2025.